SEKOLAH PEMIKIRAN PENDIRI BANGSA III


SEKOLAH PEMIKIRAN PENDIRI BANGSA III
Oleh:
Muhamad Handar
Bekasi, 24 April 2013 sudah tiba saatnya pengumuman yang dinantikan. Tak sabar untuk segera menyalakan netbook beserta perangkat modem melihat hasilnya. Namun, pengumuman yang dinantikan belum di publish. Terasa sedikit kecewa dan nervous, kenapa? Sebenarnya sih tidak apa-apa. Memang hal yang lumrah terjadi pada saya aja, maybe juga terjadi pada yang lainnya bernasib hal yang sama. Tapi yang jelas hal tersebut tetap saya pantau baik website, fanpage, twitter dan sebagainya. Sebenarnya apa sih pengumuman itu yah? Pasti yang lain kepo yah? Hayyoooo ngaku... :D

Hmmm, sebenarnya info pengumuman tersebut sebuah event yang diselenggarakan oleh Megawati Institute tentang "Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa III". Wuihhhh keren kan??? 
Kalau ditanya kenapa saya begitu tertarik mengikutinya. Sebenarnya sih sebagai jiwa pemuda yang turut terhadap nasib bangsa (nasionalisme_baca) apalagi mengenai kriteria untuk mengikuti event tersebut terdapat berbagai poin agar bisa terpilih sebagai kandidat Sekolah Pemikiran Pendiri Bangsa III diantaranya; a) membuat karya tulis maksimal 2 halaman mengenai salah satu idola tokoh bangsa dalam hal ide/pemikiran bangsa dan mengkaji ide tersebut dalam konteks kekinian, b) pas foto 4x6 (close up), c) CV dan berkas tersebut kemudian di apply ke email megawati.institute@gmail.com 

Pendaftaran yang praktis akan tetapi tetap membuat pribadi saya tetap antusias sekali. Karena dari berbagai tokoh bangsa dalam membuat karya tulisnya tersebut, ada satu tokoh yang saya suka banget. Siapa ya???? Kasih Tau nggak yaaa??? 

Oke deh, kasih tau aja deh yaa... Yup langsung aja, tokoh idola bangsa Indonesia yang saya kagumi ialah Tan Malaka. Ide-ide Tan Malaka mengenai sepak terjangnya di jaman dahulu dalam menumpas yang namanya antikolonialisme. Tidak hanya itu saja, poin penting kekaguman saya terhadap beliau yaitu, karena beliau seorang pedagog (pendidik). Sebelum beliau terjun dalam dunia politik, beliau merupakan seorang pedagog (pendidik). Banyak kisahnya yang tak kenal lelah dari sosoknya Tan Malaka melalui karyanya diantaranya; a) Gerpolek, b) Dari ke Penjara ke Penjara, c) Madilog, d) Aksi Massa dan sebagainya. Sungguh inspiratif dan takjub akan perjuangannya.

Well, pada tanggal 24 April 2013, pengumuman tak kunjung jua hingga jam12.00 WIB. Langsung saja, saya meng-sms-kan ke panitia mengenai info pengumumannya untuk segera di publish. Menunggu hingga berselang 10 menit lamanya, HP pun berbunyi nada sms masuk. Pesan balasan dari panitia SPPB III, "Siang... pengumuman insyaAllah baru sore ini di upload ke website krn kemarin msh tunggu persetujuan pimpinan. Utk yang lolos ke tahap wawancara InsyaAllah akan dilakukan Hari Senin dan selama minggu depan". Ok. Saya menunggu hingga sore. Setelah tiba gilirannya hingga memasuki ya sekitar jam17.00 WIB infonya masih juga belum dipublish...

Dan hari juga sudah memasuki malam, berdoalah saya ketika menjelang shalat Maghrib, semoga "saya bisa terpilih sebagai peserta SPPB III" amin. Puji syukur alhamdulillah, sekitar pukul 18:18:48 terdapat pesan masuk dari panitia SPBB III, "Sdh silahkan cek di http://themegawati-institute.org/index.php/artikel/index/20130425174933/Daftar-Peserta-Seleksi-Wawancara-SPPB-III-
Alhamdulillah setelah saya meng-klik-nya, tidak terduga dan bangga saya akhirnya terpilih sebagai peserta SPPB III dari UNJ. Terdapat satu rekan juga dari UNJ bernama Aan Yusfianto. Intinya, tulisan ini hanya sepenggalan kisah berbagai kepada yang membaca tulisan saya ini. Tidak lain tidak bukan hanya sebagai wujud saya "agent of change" dan turut aktif dalam kegiatan kepemudaan guna menambah kualitas softskill saya secara pribadi. 

Selanjutnya, nantikan kisah saya selanjutnya pada saat wawancara SPPB III. Doakan yah semoga lancar dan bisa lolos ke tahap berikutnya dan menjadi peserta tetap dalam forum SPPB III. Amin Ya Rabbal Alamain

***


Saksi Bisu World Heritage Day 2013 di Museum Fatahilah
Oleh:
Muhamad Handar

Jakarta, 18 April 2013. Puncak dari segala puncak kegiatan yang sudah ditunggu. Kegiatan yang tak lain biasa terjadi sebelumnya, jujur kegiatan tersebut merupakan suatu hal yang membanggakan sekaligus suatu pergerakan yang begitu luar biasa. Kegiatan yang berlangsung di Balai Konservasi Museum Fatahilah, merekam jejak sebuah langkah yang diinisiasi oleh kaum pemuda-pemudi Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan dalam rangka memperingati World Heritage Day 2013.

World Heritage Day yang diperingati setiap tanggal 18 April merupakan suatu kegiatan yang sudah begitu sakral semenjak dikukuhkan oleh UNISECO pada tahun 1983 sebagai International Day for Monument and Sites. Tujuannya adalah untuk membangun kepedulian publik tentang keanekaragaman sekaligus kerentanan monumen-monumen dan situs pusaka yang tersebar di seluruh dunia. Oleh karena itu, Hari Pusaka Dunia pun ditetapkan sebagai salah satu ajang untuk menggalang kekuatan jejaring pelestarian dunia.

Gathering share komunitas budaya se-Jakarta di Balai Konservasi, Museum Fatahilah, Jakarta

Kegiatan dalam rangka memperingati World HeritageDay 2013, merupakan sebuah tindak lanjut kami sebagai alumni Heritage Camp 2013 sebagai upaya gerakan kesadaran pelestarian budaya yang diinisiasi oleh pemuda sehingga lebih memahami, mencintai dan menghayati akan nasionalisme Indonesia. Suatu kegiatan yang tidak hanya dilakukan di Jakarta, namun gerakan tersebut dilakukan secara serentak di berbagai lokasi/daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Meskipun pada saat menjelang kegiatan terjadi kondisi cuaca yang tidak bersahabat, namun antusiasme peserta dan undangan komunitas budaya yang hadir tak mengenal hal tersebut dalam turut berpartisipasi memperingati World Heritage Day 2013. Untuk gerakan mengkampanyekan setiap gerakan tersebut, masing-masing daerah berbeda-beda. Untuk bagian Jakarta terdapat serangkaian acara, diantaranya; a) Flashmob, b) Diskusi Lisan Naskah “La Galigo”, dan c) Jelajah Malam yang dipandu oleh Komunitas Historia Indonesia-Jakarta. Berlanjut masuk dalam sebuah diskusi Naskah Lisan La Galigo pembicara tersebut merupakan sebuah founder dibentuknya kegiatan Heritage Camp dan beliau juga merupakan mengenai lebih jauh tentang naskah tersebut. Beliau adalah Fitri Sudirman berasal dari Sastra Inggris, UI.

Fitri Sudirman dan panitia Heritage lokal Jakarta

Inti dari kegiatan tersebut lebih banyak saling share mengenai kebudayaan dari masing-masing komunitas-komunitas tersebut dalam upaya melestarikan pusaka dari daerah masing-masing atau kampus masing-masing. Ada berbagai komunitas yang hadir semisal, IKMB UNJ, Banten, Komunitas Sekar Widya Makara, UI, dan Komounitas Historia Indonesia-Jakarta serta peserta lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Sehingga, langsung menuju kegiatan terakhir dari acara tersebut yaitu Jelaja Malam yang dipandu oleh KHI Jakarta dan juga sekaligus menandakan penutup dari kegiatan memperingati World Heritage Day 2013.

Suatu kegiatan yang tidak akan pernah terlupakan dalam kehidupannku. Dan pastinya kegiatan tersebut bukanlah dari akhir segalanya. Insya Allah terdapat program lanjutan yang segera dinantikan.


***