Thinking#1


Setiap detik menawarkan suatu kesempatan yang berarti. Jika melihat peluang yang terbaik mungkinkan selalu sigap untuk mengambilnya? Dalam kondisi tertentu, dengan hal apa kita bisa memastikan bahwa peluang itu setidaknya terbaik menurut diri sendiri?

Yuk, mari berpikir!

#Sketsa 1: Who Am I ?


Kuliah sore ini membahas “Who Am I?”. Ya, dalam salah satu mata kuliah Etiket dan Pengembangan Diri, setiap insan calon Public Relations harus berani terampil memosisikan dirinya layaknya sebagai PR yang profesional. Pembelajaran yang menunjang berbagai keterampilan tersebut harus didahului oleh kesiapan mental pribadi masing-masing.

Saat unjuk gigi, nampak latihan yang kurang baik dan seolah ‘menyepelekan’ sesuatu yang mendasar dan bisa menjadi kekuatan kelak masanya. Misalnya, materi yang baru dicari saat sesi individu berlangsung, kurang jeli dan menangkap peluang dengan baik, dan belum membiasakan terampil di depan publik.

Masukkan yang berarti untuk saya pribadi juga mendapatkan amunisi yang berarti. Secara keseluruhan penampilanku lebih bersifat coaching, rasa grogi dalam dentuman gigi sehingga pelafalan berkomunikasi masih harus dilatih lagi, dan trik ketika menghadapi situasi ‘salah fokus’ dalam bertindak harus mensiasati dengan menjadikannya sebagai ice breaking atau lainnya.

Over all, perkuliahan yang menitikberatkan kepada keterampilan itu yang lebih aku suka dan memilih Public Relations akan kujalani dengan semaksimal mungkin.

***

ASA BAKSOS KESEHATAN YATIM MANDIRI BEKASI


Pagi yang masih mengudara dengan embun nan sejuk melihat jumawa yang takjub untuk tidak boleh dilewatkan sedikitpun. Tepat pukul 03.30 dini hari pada hari Minggu, 16 Desember 2018 istirahat yang cukup membuat tubuh terasa sedikit segar meski punggung masih merasakan sakit pasca keinginan diurut kemarin selama beberapa hari sedang sakit di rumah.

Waktu tersisa di 1/3 malam terakhir, ku manfaatkan dengan baik dan bersegera melaksanakan untuk memohon segala hajat dari hambamu ini. Dalam munajat kepada-Nya, sungguh luar biasa tak bisa disebutkan dengan sebutir kata pun, walau saat mau rukuk tidak terlalu sempurna dengan rasa yang masih sangat nyeri sekali. Alhamdulillah, bersyukur bisa berkhalwat dengan penuh suka cita.

Pasca subuh dengan peregangan punggung sebentar sebelum mandi pagi dan menuju ke Yayasan Yatim Mandiri Cabang Bekasi untuk segera berkumpul kepada para panitia semuanya. Sarapan pagi pun ala kadarnya dengan memakan telornya aja dan sedikit nasi, barulah pukul 05.40 mulai menyalakan sepeda motor menuju ke alamat yang dituju di Pondok Ungu Permai Blok KK 3 No.16, Bekasi.

Ketika sekitar 30 meter menuju yayasan, terlintas melewati lokasi acara di aula lapangan RT.004, semua sudah saling bergegas membawa barang-barang baik doorprize, dan berbagai perlengkapan lainnya ke panggung. Oh iya, tenda yang dipasang pun juga berkat beberapa pihak yang telah membantu memasangkannya pada saat malam hari hingga tuntas.

Setibanya di kantor, beberapa panitia sudah sampai dan saling mengangkut keperluan perlengkapan yang tersisa untuk dibawa ke lapangan. Bolak balik hingga tuntas, akhirnya acara pun baru dimulai pada pukul 07.45 wib. Semua adik-adik yatim dhuafa dan ibu lansia juga sudah turut hadir di bawah tenda dengan sangat antusias.

Setelah semuanya sudah komplit khususnya dari relawan kesehatan, instruktur senam, dan pihak sponsor yang dihadiri oleh Kospin Jasa Syariah, bermula dilakukan dengan seremoni singkat berupa pemotongan pita sebagai salah satu pengesahan kegiatan Baksos Kesehatan.

Jalan sehat adalah rangkaian pertama dari kegiatan Baksos Kesehatan ini dengan dipandu oleh Saya dan Monic selaku divisi acara. Rute yang ditempuh pun sangat singkat hanya mengitari area RT.04 s.d RT.05, namun begitu mereka sangat senang hingga finish dan beristirahat sebentar sebelum melakukan kegiatan yang kedua, yaitu Senam Kebugaran oleh mba Ikrimah Murti.

Sela istirahat ditambah menikmati sebuah sajian roti nan lezat dan air mineral yang membuat badan semakin menambah energi setelah terisi oleh makanan yang enak. Kurang lebih 10 menit, tibalah kegiatan senam kebugaran dimulai. Mba Ikrimah Murti adalah instruktur senam yang handal dan usianya pun masih muda.  Kehebohan demi kehobohan terjadi, para peserta yang antusias senam dengan penuh semangat akan mendapatkan hadiah dari panitia. Sebut saja, adik yusuf dan seorang ibu dari warga RW. 007 mendapatkannya di periode kedua kegiatan ini.

Selanjutnya, ditengah acara perhelatan sambutan-sambutan pun akhirnya tiba saatnya dan dipandu oleh MC yang kece, yaitu mas Fajar. Sambutan yang pertama ialah perwakilan dari Kospin Jasa Syariah, kemudian pak Johar selaku pihak RW. 022 terpilih, dan terakhir oleh Kepala Cabang Yatim Mandiri Bekasi, Pak Ade Irawan Zamas.

Selepas sambutan, puncak acara semakin heboh meski panas matahari semakin terik. Sembari MC menggelar dan membagikan berbagai hadiah dan doorprize. Para peserta pun juga memanfaatkan cek kesehatan gratis yang digawangi oleh relawan kesehatan, diantaranya dr. Vina Devi Octaviany, dr. Intan Sulistiani, dr. Olivia Fabia Wijaya, dan dr. Nurul Sharaswati.

Dari sekian pembagian hadiah dan doorprize utama dari penyelenggaraan Bakti Sosial Kesehatan ialah mendapatkan satu buah sepeda mini bagi mereka yang beruntung melalui pengocokan nomor undian. Saat terakhir doorprize akan diumumkan semua saling berdoa penuh harap dan panitia pun cukup merasa tegang karena juga turut merasakan atmosfer rasa penasaran yang luar biasa. Hingga pengumuman dibacakan oleh Pak Ade Irawan, sebut saja adik Nurul (samaran) – lupa nama aslinya. Berhasil mendapatkan satu buah sepeda – doorprize utama. Selamat ya!

Terakhir, pembagian paket gizi dibagi secara merata baik adik-adik maupun para lansia. Alhamdulillah, semua acara berjalan dengan lancar tentu juga bantuan dari berbagai pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Jazakallahu khairan.












SUPER CAMP 2018: YOUTH FOR CHANGE


Super Camp kembali lagi pada Desember 2018 hingga Januari 2019! Dengan tema YOUTH FOR CHANGE, Super Camp 2018 akan menjadi medan latihan dan belajar yang seru buat Sahabat yatim untuk mempersiakan diri di era industri yang makin dituntut serba bisa.

Super Camp 2018 ini cocok banget buat Sahabat yang sudah menginjak kelas XII SMA. Disamping harus mempersiapkan ujian sekolah dan ujian nasional, Sahabat juga harus mempersiapkan hal apa saja yang harus dimiliki setelah lulus nanti.

Dalam Super Camp 2018, Sahabat Yatim Mandiri akan diajak belajar tentang ilmu kamandirian, entrepreneur, dan inspirasi yatim sukses dari Iqbal Nupriyanto, M. Basirul Fuad, Agung Tri Budi, Andik Raisman dan masih banyak inspirator yatim sukses lainnya. Tak lupa, Sahabat akan diajak untuk praktik langsung Serta akan praktik langsung bagaimana membangun mental kemandirian. Sudah kebayang kan bagaimana serunya?

Syarat Peserta :
1. Yatim/Yatim Piatu
2. Binaan Bestari : Mengisi formulir pendaftaran dgn lampiran foto copy KTP/KTM dan KK.
3. Non binaan Bestari : Mengisi formulir pendaftaran dgn lampiran foto copy KTP/KTM, KK (NIK), SKA (surat kematian ayah), Raport (halaman depan, halaman identitas & nilai terakhir) dan 1 lembar pas foto berwarna 4x6.
Note : Secara otomatis akan menjadi penerima Bestari di periode 35
4. Kelas 3 SMA/Sederajat
5. Sehat Jasmani dan Rohani
6. Mendapat Ijin dari orangtua/pengurus panti
7. Membawa perlengkapan peserta yang sudah dipersyaratkan
8. Siap mengikuti kegiatan sampai selesai
9. Diharapkan tidak membawa barang berharga dan HP

Yuk, segera daftarkan dirimu dan teman-teman melalui 44 kantor cabang layanan Yatim Mandiri terdekat. Kami tunggu ya!

Informasi lebih lanjut:
Handar: 0818 – 0785 – 8580
Fb: Yatim Mandiri Bekasi
IG: @yatimmandiribekasi
Email: bekasi@yatimmandiri.org

Pesan Bermakna...


Bismillah, segala aktifitas jika dilandasi karena Allah, maka hal apapun menjadi cepat terselesaikan dan ringan serta semangat selalu. Sungguh bersyukur ketika sebelum memulai aktifitas selalu diawali dengan pengajian bersama (liqo), inspirasi pagi sehingga menambah semangat spiritual dengan baik dan menjadi fokus apa yang mau dikerjakan selanjutnya. Masya Allah. Alhamdulillah.

Pesan yang selalu teringat oleh seseorang yang berpengaruh dan sebagai mentor kehidupan bahwa supaya pekerjaan kita selalu diberkahi dan dirahmati-Nya, dahulukan akhirat baru dunia plus diperkuat dengan Dhuha. Dengan begitu segala hal akan dipermudah, rejeki bertambah lancar, dll. Barakallah fikum.

First Time


Sudah tiba di dalam gedung yang begitu megah dan besar ditengah rutin kerja ditemani hangatnya matahari yang membuat pengaruh suasana mood kurang optimal. Perjalanan yang membutuhkan  kurang lebih delapan menit terlihat teman sedang menanti didepan ruang yang berlapis rasa sejuk untuk segera ditempati.

Tidak berkata banyak, sudut sebelah kiri dua sebelum akhir adalah posisi yang tepat. Telah disadari pula pria berkemeja putih dan berbadan tubuh sedang tiba didepan layar komputer yang menjadi fokus perhatiannya selama ini. Waktu yang sudah semakin sore bertambah pula teman-teman tiba diruangan berukuran 20x30 meter. Bercengkerama satu dengan yang lain saling mengisi diantara perhatian bapak ketua dalam membimbing muridnya berupa penggunaan sistem online yang berbasis e-learning.

Berjalan dengan cukup santai dan sesi pembukaan yang diselipi dengan berbagai jokes agar kesan boring semakin terhindarkan. Permulaan yang baik melalui perangainya yang lembut dan berwawasan, pertemuan berikutnya adalah sesi yang dinantikan oleh kami semua.

Balada Sang Kakak


Dalam kondisi bagaimanapun, aku berusaha untuk terus melangkah ke tujuan mimpiku selanjutnya. Apa itu? Mimpiku berikutnya ialah melanjutkan studi ke jenjang S2 dan bahkan sampai ke S3. Aamiin. Namun, tidak hanya itu saja, aku pun kini juga sedang berproses untuk memperoleh jodoh yang terbaik. Doakan ya guys J

Saya anak pertama dari empat bersaudara, dan juga mempunyai saudara tiga dari anak om dan tante yang sudah lama tiada. Mereka semua sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Alhamdulillah berkat kerja keras, dukungan, dan bantuan baik materil maupun non materil satu per satu mereka pun berhasil menamatkan pendidikannya. Tersisa yang bontot kini sudah duduk di kelas 3 SMP. Sisanya alhamdulillah sudah bekerja dan adikku yang paling besar sudah berkeluarga. Kalau adikku yang kandung masih terdapat dua, yang satu sudah selesai menamatkan dari salah satu sekolah SMK swasta di Bekasi, dan berikutnya yang bungsu kini naik ke kelas 3 SMK di sekolah yang sama.

Sebenarnya banyak hal yang harus diperjuangkan kembali ya, seperti adikku yang ingin kuliah. Doakan ya guys, semoga rezeki aku selalu mengalir terus dan semoga sobat pun juga sama. Ini aja yang bisa aku share, next aku akan lebih banyak share kisah inspiratif ya. Keep stay tune.

Keep Humble and Bold!


Hari ini begitu dramatis dengan segala konsekuensi yang harus diterima. Meski weekend ini banyak kesempatan yang bisa aku selesaikan dengan baik. Toh, kurasakan mood menjadi kuat untuk melangkah agar bersahabat dengan keadaan.

Aku tuh memang orangnya cepat sekali boring, kalau tidak ada teman obrolan untuk apa saja baik diskusi, dll pasti begitu deh banyak jalan cerita yang surut. Sudah ditemani dengan lagu favorit pun, ya sedikit masih terasa. Lantas, terpikirkan saja untuk bertindak menyelesaikan tugas-tugas lainnya (wah masih aja begitu! Hiks)

Suasana adem begini menambah rasa sportifitas untuk melawan kejenuhan tadi. Kalau nggak bisa berbuat, paling tidak memikirkannya bukan? Ah, sudahlah apa daya aku ini sekarang. Jelas sekali kalau aku masih percaya dengan aku bersikap tegas terhadap pribadi sendiri ada jalan kemulusan yang harus disikapi dengan baik. Dengan begitu, aku berusaha makin bijak dalam mengelola emosi dengan baik dan penuh termanfaatkan.

By the way, kalian sudah makan siang belum? Wah, jika belum segera ya jangan sampai ditunda gitu. Hehehe

Oke baiklah, aku ingin melanjutkan sesi bacaanku ya yang belum sempat selesai nih. Kalo sudah pasti aku akan berbagi atau share di blog ku. Jadi, jangan sampai terlewatkan ya…
Oh, iya sampai lupa.. supaya nggak kepo, aku sedang membaca buku My Inspiration karyanya kang Randy Ariyanto W dan mba Dyah Lestyarini. Mereka pasutri yang kece abis lohhh.. Buku beliau yang dimaksud InsyaAllah akan saya sharing ke publik yaa… Keep stay tune…

Edisi Menulislah untuk Selalu Dikenang Part IV


HARI KETIGA
Rabu, 18 Juli 2018 jam 7.32 wib

Semua mempunyai jalan kehidupan masing-masing terutama dalam mewujudkan mimpi-mimpinya menjadi sebuah kenyataan. Aku bangga melihat sederet teman-teman dan adik kelas dulu sudah berhasil setidaknya dalam menyelesaikan studi S2 baik mengambil di dalam negeri maupun di luar neger. Selamat ya!

Bersyukur meski aku belum bisa menggapai kesana, namun kini aku berjuang untuk mengamalkan setiap ilmu yang ada agar kebermanfaatan bisa berdampak bagi masyarakat di sekitar. Banyak hal yang dilalui memang tidak mudah tetapi aku berusaha untuk menjadi pribadi sendiri dan meyakini suatu saat pasti aku akan bisa menempuh pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

Sudah banyak dedikasi yang dilakukan, eits tapi jangan sembrono. Aku ini masih berproses dan terkadang masih ada aja kendala yang dihadapi sebagai suatu kewajaran, bukan? Dalam beberapa inspirasi yang dilakukan oleh teman-teman yang lain akan aku selalu adaptasikan dan bertindak dengan cara gayaku sendiri karena setiap orang unik dan punya potensi berbeda ya.

Aku adalah SANG JUARA. Ini menggambarkan bahwa aku bisa untuk berprestasi lebih baik lagi. Berprestasi dengan maksimal yang bisa aku lakukan. Berprestasi untuk berfikir agar bagaimana mereka yang menjadi perhatian aku pun bisa mampu sukses dan berdikari. Berprestasi dengen value yang aku miliki agar tidak pupus dan tetap konsisten menjadi panduan aku dalam mewujudkan semua impianku. Aamiin.

Edisi Menulislah untuk Selalu Dikenang Part III


HARI KEDUA
17 Juli 2018 jam 22.00 wib

Kembali teringat di sela waktu aktifitas terutama kegiatan pengajian di Majelis Ta’lim Ash-Shofa di Sahabat Dhuafa. Apa kabarnya? Gumam saya di dalam hati. Setelah itu, bercakaplah saya dengan Khairudin, salah satu santri yang bermukim disana. Intinya, bagaimana kabar ibu-ibu disana dan kapan ya kita mulai lagi kegiatan majelis ta’lim?

Ya, sudah cukup lama juga hampir sebulan lamanya setelah off sementara waktu pra ramadhan agar lebih khusyuk dalam beribadah. Well, dalam perbincangan tersebut aku dengan Rudin, kami sepakat sekitar di pekan ke-3 bulan Juli ini akan diaktifkan kembali. Tak lupa saya juga mengobrol dengan teh Lala selaku Ketua Majelis Ta’lim Ash-Shofa via WA. Beliau pun juga sepakat agar dimulai kembali. Oke kalau begitu. Sahut aku.

Mengingat respon yang baik InsyaAllah aku akan meluangkan waktu setidaknya seminggu sekali dalam pembinaan mereka untuk terus aktif mengaji. Ya, itulah upaya kami untuk saat ini. Namun, aku dan teman-teman santri akan berupaya agar bagaimana mereka mampu secara berdikari dalam ekonomi dan edukasi yang diberikan tidak hanya melalui wadah di majelis ta’lim namun InsyaAllah serangkaian kegiatan lainnya. Dukungan ini perlu mendapat perhatian khusus, semoga mendapat support lebih juga dari pihak Sahabat Dhuafa sebagai managemen keseluruhan agar motivasi yang sudah ada semakin meningkat untuk didobrak lagi dan membimbing akhlak, pengetahuan, dan keterampilan secara memadai dan utuh serta menyeluruh. Sip. Semoga.

Edisi Menulislah untuk Selalu Dikenang Part II


HARI PERTAMA
16 Juli 2018 jam 22.22 wib

Bersyukur sekali pada malam ini karena mendapatkan semangkok baso. Hehe. Lho kok gitu sih? Iya, apa boleh buat karena sebenarnya tak lagi pengen tetapi apa boleh buat karena sudah dibelikan tanpa diminta masa iya nggak dimakan. Mubazir dong?

By the way, aku tidak akan membahas seputar baso. Aku sedang merencanakan dengan baik setiap waktu yang ada agar lebih tepat guna dan terlaksana dengan baik. Bagaimana tidak? Aku merasakan banyak hal-hal yang masih belum maksimal untuk dilakukan misalnya, terlalu banyak yang ingin dikerjakan dan menjadi tidak fokus. Itulah salah satu sebabnya agar setiap persoalan yang ada bisa teratasi dengan baik.

Apa langkah yang bisa aku perbuat selanjutnya?

Supaya setiap waktu yang aku miliki terlaksana dengan baik, berikut jalan yang aku bisa lakukan agar bisa maksimal, diantaranya:

a.    Sediakan waktu minimal 10 menit untuk membuat list prioritas target setiap harinya.
b.    Periksa kembali setiap target yang sudah disusun di pagi harinya sebelum memulai aktifitas supaya mengetahui dengan pasti apa saja yang ingin dilakukan.
c.    Yakin dengan maksimal dan upayakan yang terbaik.
d.    Berusaha atas upaya yang dilakukan dan berserah diri kepada-Nya.

Nah, begitulah yang aku bisa sharing ya pada malam ini semoga bisa bermanfaat khususnya bagi diri saya pribadi dan umumnya pembaca. Tulisan ini sangat begitu sederhana, mohon juga saran yang membangun.

See ya …


Edisi Menulislah untuk Dikenang Part I


HARI PERTAMA
16 Juli 2018 jam 06.02 wib

Setiap pagi berusaha untuk membiasakan menulis agar semakin terlatih dan produktif dalam berkarya. Sungguh, ini adalah pembelajaran terbaik khususnya bagi pribadi sendiri. Sebab, apa yang aku lakukan bisa bermanfaat bagi aku pribadi sebelum toh aku bisa sharing dan berbagi pengalaman dan/atau inspirasi kepada orang lain.

Menulis, menulis, dan menulis. Iya, bisa dikatakan aku juga sudah mempunyai karya yang diterbitkan meski bukan karya pribadi. Namun, hal itu sudah membuktikan bahwa aku pun mampu melakukannya, bukan?

Pengalaman karya pertamaku ketika aku ikut sumbangsih dalam ‘Sayembara menulis’ dari LSO Pers Nuraniku UNJ. Pengalaman perdana dalam menulis aku mengisahkan tentang kontribusiku dalam membina dan merintis Taman Baca di salah satu daerah di kota Bekasi. Excited sekali yak an? Tetapi. Ini belum diterbitkan secara indie. Karena satu dan lain hal belum dipublikasikan.

Pengalaman berikutnya, aku ikut serta sebagai freelance writer di PT. Quipper Edukasi Indonesia tepatnya dalam program projeknya Quippersity. Informasi ini dikemas dari berbagai profil Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia. Aku pun mengimpun dan menulis informasi kampus negeri ada dua, yakni UIN SGD Bandung dan Universitas Borneo Tarakan (UBT). Projek ini sekitar tahun lalu sudah usai dan diterbitkan dalam majalah oleh Quipper. Kemudian, Quipper meluncurkan projek kedua di tahun berikutnya. Namun, informasi yang ditelusuri kebalikan dari sebelumnya, yaitu kampus swasta. Aku pun alhamdulillah masih dipercaya sebagai penulis lepas dalam projek tersebut. Well, akhirnya semua tertuntaskan dengan baik.

So, itulah berbagi pengalaman dari usahaku untuk menulis atau lebih tepatnya berkarya. Next, tujuan berikutnya harus bisa menerbitkan buku sendiri. Ganbatte!

Melawan Kejenuhan!


Hari ini begitu dramatis dengan segala konsekuensi yang harus diterima. Meski weekend ini banyak kesempatan yang bisa aku selesaikan dengan baik. Toh, kurasakan mood menjadi kuat untuk melangkah agar bersahabat dengan keadaan.

Aku tuh memang orangnya cepat sekali boring, kalau tidak ada teman obrolan untuk apa saja baik diskusi, dll pasti begitu deh banyak jalan cerita yang surut. Sudah ditemani dengan lagu favorit pun, ya sedikit masih terasa. Lantas, terpikirkan saja untuk bertindak menyelesaikan tugas-tugas lainnya (wah masih aja begitu! Hiks)

Suasana adem begini menambah rasa sportifitas untuk melawan kejenuhan tadi. Kalau nggak bisa berbuat, paling tidak memikirkannya bukan? Ah, sudahlah apa daya aku ini sekarang. Jelas sekali kalau aku masih percaya dengan aku bersikap tegas terhadap pribadi sendiri ada jalan kemulusan yang harus disikapi dengan baik. Dengan begitu, aku berusaha makin bijak dalam mengelola emosi dengan baik dan penuh termanfaatkan.

By the way, kalian sudah makan siang belum? Wah, jika belum segera ya jangan sampai ditunda gitu. Hehehe

Oke baiklah, aku ingin melanjutkan sesi bacaanku ya yang belum sempat selesai nih. Kalo sudah pasti aku akan berbagi atau share di blog ku. Jadi, jangan sampai terlewatkan ya…

Oh, iya sampai lupa.. supaya nggak kepo, aku sedang membaca buku My Inspiration karyanya kang Randy Ariyanto W dan mba Dyah Lestyarini. Mereka pasutri yang kece abis lohhh.. Buku beliau yang dimaksud InsyaAllah akan saya sharing ke publik yaa… Keep stay tune


BE BOLD!




Setiap impian yang bergulir dan belum berhasil untuk digapai, janganlah mudah menyerah begitu saja. Ada banyak kisah yang bisa aku temukan dalam setiap kegagalan yang terjadi. Sungguh pun jika aku tak mampu bersyukur, lalu buat apa harus bersusah payah dan bekerja keras siang malam agar terwujud. Berusahalah untuk optimis, optimis, dan optimis. Kemudian, belajar dan pahamilah setiap kegagalan tersebut.

Ada banyak kesempatan diluar sana bisa aku coba dan coba lagi. Aku berharap ini bisa menjadi motivasi tinggi untuk meraih ridho-Nya karena setiap ridho dari orangtua dan Allah, InsyaAllah ada jalan terbuka lebar dari setiap masalah yang menghadang.

Cara memotivasi diri agar terus bersemangat, pertama aku awali dari diri sendiri dengan menyemai ilmu dari berbagai mentor, buku yang menjadi favorit aku, dan dari siapapun yang bisa menjadi guru aku. Dan yang terpenting ialah kudu tegar, keras, dan tegas pada diri sendiri. Sip.

Istiqomah dalam Kebaikan


Kemarin juga tidak bisa berhenti untuk bisa terhindar dari mengeluh. Harus bisa apa lagi untuk bisa mengobatinya? Rasanya ada banyak segelintir ketidakfokusan untuk bertindak ‘menyetuhnya’ sama sekali. Duh, celaka sekali! Sudah saja waktu berada di jam 22.00 malam.

Berusaha untuk keluar dari emosi yang terjadi kalo ini diluar kendali. Selalu belajar, belajar, belajar dalam mengendalikan agar yang namanya fokus selalu bisa menjadi sahabat yang baik. Seberapa jauh untuk mengatasinya tersebut, saya selalu berusaha mendekatkan kepada Allah SWT, itu yang pertama. Dalam sisi kelemahan ini, hanya bisa mengadu rasa mengeluh kepada Allah. Bersyukur semua berjalan dengan baik dan mereda. Namun, saya berpikir apakah selama ini ibadah saya masih belum mantap?

Ketika kembali merenung, dalam beberapa ketetapan hati untuk berbuat itikad melalukan suatu ibadah terkadang saya suka melewatkannya. Wah, inikah sebabnya saya belum bersyukur atas hikmah-Nya? Maka dari itu, muhasabah diri dan sharing bersama mentor agar kegalauan hati bisa terlewati dan dari diri pribadi harus lebih mantap untuk bisa memperbaiki serta istiqomah. Sip.

Inspirasi Pembelajaran Ala Quipper



Foto: Dokumen pribadi

Saat memasuki ruangan kantor Quipper sungguh merasakan atmosfer yang begitu luar biasa. Iya, ini pertama kalinya saya berkunjung dalam rangka tes interview encoding di PT. Quipper Edukasi Indonesia berlokasi di Gedung H Tower Lt.18, Jakarta. (3/7/18)

Sebelumnya pun saya pernah terlibat 2x dalam projek Quipper Video  sebagai freelance writer. Jadi, segala produk yang diunggulkan cukup mengetahui dengan baik. At least, saya bisa mengetahui cara bekerja dalam membangun dan mengembangkan start up di bidang pendidikan dan teknologi. Well, fokus kembali ke topik awal, yakni interview encoder.

Inilah tantangan terbaru saya, meski saya harus menyadari basic saya dalam bahasa pemrograman masih sedikit namun saya berupaya untuk terus belajar, belajar, dan belajar. Dalam tes tersebut, saya harus menyelesaikan dua tantangan sekaligus. Pertama, mengukur kemampuan speed typing test dan kedua, menyalin/menginput naskah ke dalam database yang memuat mata pelajaran.


Akhirnya, semua saya menjalani dengan cukup baik. Paling berharga ialah mendapatkan ilmu baru yang berarti. Hal tersebut mampu menangkap peluang dan saya harus belajar giat dalam bahasa pemrograman. So, keep your effort toward goals become true.


EDISI REFLEKSI
Menyoal buku favorit saya, yakni RISE ABOVE THE CROWD.. Tidak hanya untuk menginspirasi tetapi ada tantangan yang harus segera saya tuntaskan dari buku tersebut. But, resume silakan aja ya mampir di blog saya.
.
.
Setiap orang memiliki impian yang berbeda dan unik. Bagaimana kamu bisa mewujudkannya tergantung kepada mindset dan tindakan yang kamu lakukan. Menurut Gautama Buddha ‘Kita adalah apa yang kita pikirkan, segala sesuatu tentang kita muncul bersama pikiran kita, melalui pikiran kita menciptakan dunia’. Melakukan hal sederhana, kecil dan fokus akan lebih berarti daripada dimulai dari hal yang besar, banyak target, dan tidak fokus untuk menjalankannya. Tentu kamu bisa menebak apa yang terjadi? Ya, kesibukan kamu pasti tidak berbuah produktif. Artinya hanya menghabiskan waktu yang tidak berfaedah.
.
.
Ada suatu cerita yang saya kutip dari buku Rise Above The Crowd karya Indrawan Nugroho. Semoga cerita ini menjadi ibrah / pembelajaran kita bersama.
.
.
Selengkapnya sila berkunjung: http://handar08.blogspot.com/…/5-kunci-kesuksesan-indrawan-…

HAUS LITERASI



Suatu pesan yang begitu menggema dan dahsyat untuk selalu ikhtiar dan bertekad tak kenal lelah menimba ilmu dimanapun dan kapanpun serta berguru pada siapapun. Kalimat pesan tersebut pernah diucapkan oleh Rasulullah SAW yang berbunyi, “Jika seseorang berpergian mencari ilmu, maka Allah akan menjadikan perjalanannya seperti menuju surga.”
.
Kegiatan membaca dan menulis pasti akan mudah dan menyenangkan sekali jika selalu ‘growth mindset’, dalam 24 jam setiap harinya harus ada terobosan dalam mengikat makna dari sumber yang telah dibaca. Pengalaman yang berharga ialah jika pengetahuan yang didapat lalu diwujudkan dalam karya berarti menjadi portofolio kelak andai jika sudah tiada namun karya kita tersebut yang akan menginspirasi bagi sesama. Almarhum kek Pram pun pasti setuju, beliau pun pernah mengatakan “karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angina, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari.

#GoLiterasi #MudaPenggerakLiterasi #SalamLiterasi

KETEGUHAN



Tidak begitu terik seakan adem begitu memancar. Dahaga pun demikian, fokus tepat guna jadi energi bisa dimaksimalkan. Ada kemungkinan kekhawatiran yang berlebihan bagai motivasi yang tidak terjamah. Padahal optimis yang terupayakan dengan baik, menangkal subjektif hari ini jadi begitu luar biasa, bukan?
.
.
Kue coklat dan kopi hangat mengobati kerinduan yang membosankan ini melebur jadi AHA! Kemudian, ada satu pijakan untuk menjadi Pekerjaan Rumah setiap pengorbanan dilakukan dengan sefektif mungkin agar hope and goal tercapai. Sip.

Coretan Edisi #PraPilkada


Perhelatan akbar dalam mencari pemimpin ideal, amanah, berintegritas, berhati nurani rakyat dan sebagainya akan tiba saatnya pada Rabu, 27 Juni 2018 nanti. Sudahkah kita menemukan kriteria sosok pemimpin yang dimaksud? Mari telusuri rekam jejaknya setiap paslon di masing-masing wilayah tempat terselenggaranya Pilkada. Sebagai partisipan pemilu, mari kita berdoa dan berusaha dengan sepenuh keyakinan yang Anda miliki agar memperoleh pemimpin yang sejati. Aamiin.