#The Secret


Kemampuan berbicara dengan baik adalah keniscayaan komunikasi yang efektif dimiliki oleh setiap orang, namun jika dalam situasi berhadapan dengan publik perlu banyak pertimbangan bahkan belum terampil atau percaya diri untuk menyampaikannya.

Ada beberapa faktor yang biasa ditemui ialah jam terbang yang sedikit, mengikuti berbagai pelatihan hanya saja belum optimal diaplikasikan, dan dilakukan secara otodidak melalui buku pun mampu asalkan punya kemampuan percaya diri yang baik.

Secara reflektif dan evaluatif mutlak diperlukan agar bisa berhasil menjadi seorang pembicara yang baik. Kekeliruan muncul manakala jika tidak siap menerima kritikan dan/atau saran hal tersebut secara lambat laun akan tumbang dengan sendirinya.

Jika ia tetap demikian dan tidak merubah pola pikirnya untuk belajar mencari ilmu yang lebih baik, maka yang terjadi adalah ia selalu berada pada posisi yang sama seperti dulunya. Lebih-lebih jika tidak ada yang menasihati kekeliruannya saat tampil, maka ia selalu berada dalam kesalahan. Prinsip yang dikenakan adalah “yang penting action, nggak usah pakai teori segala.” (Hal. 5)

Kenali suatu keahlian dalam diri pribadi khususnya kemampuan berbicara di depan umum, menurut Ustadz Muhammad Maliki ada tiga hal yang menjadi unsur utama yang harus kalian ketahui, diantaranya strong why (dorongan kuat, niat), tools (alat, cara, ilmu), dan habits (action, pengulangan).

Kejar Ide


Sumber foto: Pexels.com

Malam semakin menggugah dengan rayuan bulan yang begitu syahdu. Kerlip bintang seakan berdamai dan bisa memenuhi waktu dengan baik. Kini, secangkir kopi sangat pas menemani diluar kebisingan yang terus melanda.
.
Semakin senyap dan seakan bisa menyelami imajinasi yang kian bertebaran. Tidak seberapa hebat apa yang akan terjadi setelahnya. Mencoba terus sampai titik pencapaian yang bisa dilalui dengan optimis. Lalu, ketukan lamunan buyar, rekanku semakin mengangkat ide yang realistik ditengah padatnya konsep yang tak selesai.
.
Satu dari sekian obrolan yang membangun, tersadar akan pesan yang menjadi catatan penting ialah jadilah driver dan do the best serta berkarya dengan yang terbaik bagi orang lain maka mereka pun akan terbantu dengan hal tersebut.
.
Menjaga dengan penuh kesungguhan, lalu dihantarkan dengan masukan yang berarti menjadi malam yang begitu bermakna. Mungkin, sebaran yang dibutuhkan hingga saat ini ialah fokus dan bertindak nyata. Sip. 

Pejuang Tangguh


Sumber foto: pexels.com


Saat mentari terbit ada harapan yang mengalir akan lebih baik dan menjadi nyata.
Aku percaya bahwa segala sesuatunya harus bermodalkan dengan rasa bersyukur.
Melihat ragam orang-orang yang fokus dan tekun dibidangnya ialah karena bersyukur.
Kalau intropeksi yang ada menumbuhkan gelora yang membangkitkan jiwa.
Kelak ada kebahagiaan sehingga segala sesuatu yang penuh berupaya akan ada hikmahnya.

Mengungkapkan rasa bersyukur harus terus menjadi suatu kebiasaan yang hakiki.
Mengukir makna setiap episode kehidupan yang dramatis dan penuh juang.
Segala hal bisa dilakukan dengan baik asal mandiri, keras, dan tegas.
Baiklah, sejatinya lakukan yang terbaik, terbaik, dan terbaik.
Harus bisa mewujudkan segala daya upaya untuk bisa meraihnya. Aamiin.


Bersahabat dengan Ilmu



sumber foto: pexels.com 


Dalam berkegiatan yang diperkuat dengan hasrat yang mumpuni dalam mempelajari suatu hal yang baru (ilmu_baca), niscaya jadi lebih bermakna sebab diketahui menjadi modal yang baik bagi pembelajar sejati.
.
Meyakini dan menguatkan bagi yang menuntut ilmu bahkan dalam sebuah hadist dipertegas kembali dan menjadi reminder pribadi. Salah satu hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, dari hadits Abu Hurairah ra, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda, “barangsiapa yang menempuh suatu perjalanan dalam rangka untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan baginya jalan ke surga……”
.
Mari terus motivasi diri ke arah yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama. Perkaya ilmu pengetahuan yang baik kelak ketika manfaatnya dirasakan bagi yang menjalani sebagai bagian refleksi, semoga segala sesuatu bisa berguna dan memberdayakan terhadap orang lain yang membutuhkannya. Sip.

Memberi Arti #2



Sumber foto: Pexels.com


Sudah terlampau begitu lama akhirnya bisa menyempatkan untuk bersilaturahmi lagi. Menariknya, keceriaan yang timbul saat kehadiran seseorang yang sungguh dinantikan tiba bertemu secara langsung. Sumringah dan gejolak batin akan penuh kejutan.

Lama menjadi dekat seolah batas waktu yang menghimpit tidak menjadi persoalan belaka. Saat obrolan dengan secangkir keripik dan teh menebar memori bahasan yang penuh arti dan betah terus bersandar hingga mendengarkannya hingga akhir.

Dalam catatan terakhir, pertemuan singkat dan saling membersamai merespon ulang ketika diawal obrolan untuk memiliki tabungan dan energi positif. Bekal itulah yang kelak akan menghantarkan kepada amal kebajikan lalu memfokuskan untuk memperbaiki hari-hari berikutnya untuk menjadi pribadi yang memesona.
---
Muhamad Handar
5 Februari 2019

Memberi Arti



Sumber foto: Pexels.com


Bukanlah suatu keberuntungan belaka, saat terpilih berbagai event untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang dimiliki harus melihat sejauh mana ‘bidik’ yang menjadi prioritas sudah dioptimalkan dengan baik?

Memberdayakan pribadi untuk lepas dari jerat kekosongan visioner semu adalah suatu keniscayaan. Mungkin tidak sama dengan lain yang dengan beragam prestasi mampu berada diatas angin sesuai jam terbang dan kapasitasnya. Bagaimana penciptaan kreasi, inovasi serta diiringi dengan value persona menjadi modal yang konstruktif – sustainable?

Selalu ada jalan yang terbaik dengan tidak menyerah dengan apa yang dimiliki. Percaya akan kesungguhan imajiner yang solid. Ketika ada jalan yang terbuka libatkan semua indera agar lebih peka untuk mendayagunakan proses yang bermakna.

Terkadang kita tidak ingin memperoleh proses yang panjang. Saat waktu tidak bisa diputar kembali ada hal rasa ingin membandingkan yang lain yang lebih berhasil. Persoalan yang tidak disertai sebagai dasar komitmen, carilah hal yang lebih bermanfaat lagi dengan menjalin relasi yang baik supaya hasrat tidak lumpuh dan tidak miskin nyali untuk berbuat dan berjuang lebih.

Meyakini mereka yang berhasil punya jalan yang dilalui dengan sangat baik dan dengan ijin-Nya semua kembali akan diminta pertanggungjawaban kelak di yaumil akhir, sudahkan waktu yang ada bermanfaat untuk orang lain?

Lanjutkan dengan optimis dan wujudkan bahwa suatu saat kelak berhasil dituju dengan baik.