Mukjizat dari Tanah Afrika





Data Buku:
Judul Buku       : Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang
ISBN               : 9786021835128
Penulis             : Mujahidin Nur
Penerbit           : Zaytuna
Halaman          : 116 halaman

Sudahkah Anda membaca buku “Bocah yang Mengislamkan Ribuan Orang” ? pasti pertama kali membaca akan menyangkal ini pasti hoax atau ketidakmungkinan bukan? Saya pun awal pertama membeli buku ini pun sungguh tidak terlalu percaya, namun atas dasar ketidakpercayaan yang menimbulkan rasa ingin tahu saya, selain itu buku ini pun sudah best seller secara nasional. Penilaaian saya saat itu, pasti buku ini memiliki daya tarik yang begitu luar biasa, baik dilihat dari substantif maupun yang lainnya, sehingga menjadi jodoh bagi yang membacanya.

Syarifudin khilafah – sebuah nama hasil dari mukjizat Tuhan Semesta Alam. Suatu kondisi yang begitu luar biasa menurut saya. Dikarenakan persitiwa ini terjadi bukan di Indonesia, melainkan di luar Indonesia, tepatnya di benua hitam – julukan benua Afrika. Syarifudin Khilafah lahir dari sebuah keluarga kristen khatolik bertempat tinggal di daerah Arusha, Tanzania. Arusha merupakan kota kecil yang terletak di benua Afrika bagian timur, ia merupakan kota yang menjadi bagian dari sebuah negeri cantik beriklim tropis, Tanzania. Nama Tanzania sendir diambil dari nama sebuah danau yang sangat terkenal di negeri tersebut yakni danau Tangayika, yang merupakan salah satu tujuan wisata favorit baik domestik maupun mancanegara, selain itu pula Zanzibar, Mafia dan Pemba. (hlm. 24)

Arusha adalah sebuah kota yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. Di urutan kedua, mayoritas penduduk kota ini memeluk agama Kristen Anglikan, kemudian agama Yahudi, disusul dengan agama Islam. Dan terakhir agama paling sedikit pengikutnya di kota ini adalah agama Hindu. Dari urutan tersebut diketahui bahwa Islam merupakan agama minoritas kedua di kota ini sesudah agama Hindu. Komposisi ini sangat berbeda dengan kondisi pemeluk keagamaan di Tanzania pada umumnya. Di Tanzania sendiri secara umum sebenanarnya Muslim di sana masih mayoritas. Konon penduduk Muslim di sana mencapai 35% dari 35.922.454. penduduk Tanzania. Di urutan kedua Kristen 30%, dan sisanya 35 % adalah pengikut animisme. (hlm.26)

Dari data tersebut, bukti agama Islam menguat dapat ditelusuri dari sebuah kisah yang termaktub dalam “RIHLAH”. Sebuah kisah perjalanan yang dididektikan mengenai perjalanan-perjalanan pentingnya oleh Ibnu Juzay, seorang sarjana dari Maroko bertemu Ibnu Batutah dalam pertemuannya di Siberia. Rihlah merupakan catatan perjalanan dunia terlemgkap yang ditulis pada abad ke-14. Dalam catatan teresebut diketahui bahwa Ibnu Batuta yang memiliki nama asli Abu Abdullah bin Muhammad pernah singgah di Tanzania pada tahun 1332. Dalam kunjungannya tersebut Ibnu Batuta mengatakan bahwa Islam telah masuk negeri ini (Tanzania) sejak abad ke-8, sebagaimana hal itu juga dikuatkan melalui temuan arkeolog, salah satunya sebuah masjid tua di Kizimkazi, Zanzibar yang dibangun pada tahun 1007, juga koin-koin emas seta tembaga terbitan tahun 830-1n. (hlm. 25) “Namun, tidak dijelaskan secara terperinci apakah dalam kunjungan ke Tanzania itu Ibnu Batuta singgah di kota Arusha atau tidak”. Ungkap penulis.

Gambaran yang sungguh luar biasa dari seorang anak bernama Syarifudin Khalifah, terdapat suatu tanda-tanda mukjizat seperti; ketika berumur 2 bulan, bocah tersebut tidak mau disusui oleh ibunya, kemampuannya membacakan ayat suci Al-Qur’an ketika ia masih berumur 4 bulan,  juga kemampuannya menghafal Al-Qur’an ketika ia berumur 1,5 tahun adalah sebuah keajaiban serta ia mampu memnguasai lima bahasa, yaitu Arab, Inggris, Prancis, Kiswahili, Italia. Kemampuan atas izin Allah tersebut selain memberikan pengaruh kepada orantuanya hingga masuk Islam bahkan juga memberi pengaruh kepada jutaan umat yang non muslim atas hebohnya berita tersebut hingga masuk Islam pula.

Dengan demikian, secara kelebihan nilai dari isi buku tersebut sudah memberikan suatu gambaran perihal terdapat seorang anak bernama Syarifudin Khalifah yang mengislamkan ribuan orang di benua Afrika dan sekitarnya. Namun, secara kekurangan, saya melihat ada beberapa hal, yaitu;
1) buku ini belum memperlihatkan secara detail peristiwa apa yang menyebabkan sehingga Syarifudin Khalifah bisa lahir hingga membawa berbagai mukjizat tersebut.
2) buku ini juga belum memperlihatkan data secara mendetail mukjizat Syarifudin Khalifah terutama hal khusus pengaruhnya dalam menguasai lima bahasa hingga mengislamkan ribuan orang.


0 Comments: